Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » KABAR DUTA » MENIKMATI SORGA DI PULAU RUTONG-RIUNG

MENIKMATI SORGA DI PULAU RUTONG-RIUNG

(55 Views) September 3, 2017 12:29 pm | Published by | No comment

 DUTAKITA.com  – Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bila di  bibir  pantai Pulau Rutong ini bisa ditiduri oleh ratusan orang pengunjung. Biasanya hanya ada 5-6 orang turis yang datang dan berkunjung dan tidur menghabiskan waktu malam mereka di bibir pantai ini. Tetapi sungguh sebuah kenyataan baru terjadi bahkan selama umur pulau ini berada di muka bumi ini. Mengapa? Sebanyak 43 orang pengayuh sepeda yang tergabung dalam event  Kompas Jelajah Sepeda Flores singgah dan  menginap semalam  di bibir pantai  Pulau Rutong. Pulau Rutong adalah sebuah pulau yang termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang membentuk Taman Wisata ALam Laut (TWAL) 17 Pulau Tiung do Kabupaten NGada-NTT. Tentunya, pemandangan alam baik di atas maupun di bawah permukaan laut  di sekitar pulau inilah mempesonakan hati rombongan Kompas Jelajah Sepeda Flores untuk nginap di sini dan memuaskan hatinya. Selain dari itu, Bupati Ngada, Marianus Sae, S.AP dan Wakil BUpati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa bersama dengan jajarannya ikut bermalam di sana bersama-sama dengan rombongan pengayuh sepeda itu.

Penyambutan dilakukan oleh Bupati bersama Wakil Bupati Ngada dan para pimpinan Perangkat Daerag se-Kabupaten Ngada-NTT.  Sejak siang pukul 11.00 Wita Bupati dan para pimpinan perangkat Daerah dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Ngada telah siap-siap menyambut kedatangan para pengayuh sepeda itu. Para siswa dipersiapkan untuk tarian penyambutan menggunakan tarian daerah  Bajawa, Ja’i.

Sayangnya, rombongan baru  tiba di lokasi  sekitar pukul 19  Wita sehingga penyambutan warga setempat termasuk pagar betis dari para siswa, bubar karena gelapnya malam.

Rombongan langsung diarahkan menuju dermaga Nangamese, diterima disana oleh BUpati Ngada, Marianus Sae, S.AP dan Wakil Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa serta pejabat daerah lainnya. setalah melakukan upacara penerimaan secara adat oleh tokoh masyarakat setempat yang dikoordinir oleh Camat Riung, Alfian. S.Sos maka rombongan langsung diberangkatkan menuju Pulau Rutong. Perjalanan dari Dermaga Nangamese ke P,. Rut
ong s

ekitar 15-20 menit tergantung kecepatan perahu dan kondisi laut.  Tiba di Pulau Rutong, rombongan disuguhi dengan live musik dari Delmark Band. Berbagai lagu dinyanyikan. Mulai dari lagu daerah sampai ke luar negeri sehingga menyentuh hati para wisatawan asing yang sedang berkemah di sekitar lokasi. akhirnya,terhadilah kolaborasi antara wisatawan asing dan wisatawan nusantara dalam menyelesaikan tiap-tiap syair lagu bule. Sungguh, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan dan belum pernah terjadi selama ini. Pulau yang sepi, gelap tak berpenghuni tetap (hanya  wisatawan), tak punya air tawar ini  semalam  bagaikan menikmati  kehidupan surgawi. Asik, asik, asik dan asikkk. Begitulah ucapan yang keluar dari bibir para peserta. Semua kepenatan, cucuran keringat seharian mengayuh sepeda yang mulai star dari Danau Kelimutu-Ende terasa hilang seketika ketika menikmati suguhan-suguhan dari panitia lokal. Ketua rombongan Kompas Jelajah Sepeda Flores Pak, Jannes merasakan sebuah amasing terjadi di pulau itu dan  acara yang sungguh di luar konsepnya dari Jakarta, Pemkab Ngada, Bupati Ngada dan jajarannya melakukan sesuatu yang sungguh luar biasa yang bernilai jual tinggi dan berdampak besar bagi pengembangan wisata di Kabupaten Ngada. “Kenyataan ini kami jual. Dengan keterbatasan yang ada kami akan menjembatani. Dalam rombongan ini ada juga pak Wisnu dari Sekretariat Kabinet Presiden RI. Belia akan melihat kenyataan ini dan akan disampaikan. Khususnya prasarana. akses menuju destinasi wisata ini akan diperhatikan” katanya.

setelah menikmati suguhan lagu dan menari dan berjoget ria bersama serta mendengarkan sambutan-sambutan,  sekitar pukul 22 malam kami makan bersama. Makanan diantar dengan perahu dari Kota Kecamatan Riung yang terletaak  di sekitar pelabuhan Nangamese. Semua menu dari ikan.diramu oleh PKK Kecamatan Riung, Ibu Christin Yulia bersama ibu-ibu.

Setelah itu kami istirahat.Kami beristirahat di bawah tenda yang disiapkan. Ada yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, Polres Ngada. Sedangkan fealbeth untuk tidur, sebagian didatangkan dari Brimob Ende. Kami menikmati pulasnya istirahat malam  sambil dibelai sang bayu dan bunyi desiran ombak pantai Pulau Rutong.

Jam 05 dini hari, semua peserta pun bangun menikmati indahnya panorama alam Pulau Rutong yang tertunda dinikmati semalam karena gelapnya bumi. Pasir putih dan ombak yang berkejaran di bibir pantai seakan mengajak kami untuk tetap tinggal semalam lagi bersama mereka. Di samping itu, Direktur Cafe Delmark, Pak Iksan yang menjadi penghubung ivent ini,  sementara sibuk bersama krunya mempersiapkan makan pagi bersama. Ada kopi rasa khas Ngada, teh dan makanan sudah siap saji.

Sebagian peserta dari rombongan jelajah  sepeda dan Bupati Ngada, Marianus Sae serta Wakil Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa  dan  jajarannya sementara menjejaki puncak bukit P. Rutong menanti hadirnya  sunrise di ufuk timur.   Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan di pagi hari. Semua tidak ketinggalan mendokumentasikan momen

sunrise ini. Hah, kapan lagi bisa  seperti ini, seumur hidup tak mungkin terulang kemali, kata mereka.

Jam 07 kami turuni bukit P. Rutong. semua berkumpul dan makan minum. tenda mulai dibongkar. Selanjutnya kami berangkat menuju Pulau Kelelawar. Perahu sudah disiapkan semuanya.  ada sekitar 7 buah. Kami siap diberangkatkan Pulau Kelelawar. Perjalanan ke sana sekitar 30 menit.  Dalam perjalanan kami menikmati keindahan bawah laut berupa terumbu karang yang sangat indah dan ikan dengan berbagai jenis sedang bermain di bawah sana. sungguh indahnya pemandangan ini, Taman Wusata Alam Laut 17 Pulau Riung. Waktu membatasi kami untuk mengeksplorasi lebih jauh di dasar laut ini tapi pemandangan  dari atas perahu motor yang kami tumpangi ini membuat  kami terpesona. Sesekali gelombang menerpa perahu kami  karena angin yang cukup keras. Di atas perahu kami terdapat 15 penumpang, memang bisa lebih lagi tapi jumlah ini dibatasi oleh Pak Iksan dengan alasan keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Tak lama kemudian kami tiba di  Pulau Kelelawar. Pulau ini dihuni oleh ribuan ekor  kelelawar. Saat kami tiba di lokasi, baru sedikit saja kelelawar yang beterbangan di atas pohon bakau itu. Tapi sekejap setelah  adanya bunyi mesin motor dari perahu dan diikuti dengan teriakan serta bunyi pukulan botol aqua yang sengaja dilakukan dari perahu para pengunjung, seketika itu pun beterbangan. Inilah pemandangan yang menakjubkan. sebuah amazing!!! Luar biasa!  setelah puas menikmati pesona alam yang dimainkan oleh burung kelelawar di  pulau ini, kami kembali ke dermaga Nangamese-Riung untuk mengatur perjalanan selanjutnya menuju Kota Bajawa.

This post was written by dutakita
About

DUTAKITA Hadir sebagai manivestasi dari eksistensi diri. Didorong oleh adanya tanggung jawab untuk menjadi duta dalam segala aspek kehidupan termasuk di dalamnya adalah duta dalam menyediakan indormasi kepada publik. Bahwa kehadiran DUTAKITA di tengah kehidupan banyak orang kiranya mercusuar yang menunjukan jalan bagi banyak orang. Untuk itu, sebagaimana komitmennya, DUTAKITA akan menjadi wahana berekspresi, berimajinasi, motivasi dan berkreasi untuk mempertahankan eksistensi diri di tengah kebutuhan akan informasi.

Tags:
Categorised in: ,

No comment for MENIKMATI SORGA DI PULAU RUTONG-RIUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *